This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 28 Mei 2015

Wawancara Pekerjaan Aneh


MANUSIA BATU DIKOTA TUA 


Kenapa anda hijrah kejakarta ? karena ingin memperbaiki kondisi perekonomian keluarga saya.
Profesi apa yang ada kerjakan sebelum menjadi manusia batu di kota tua ini ? saya bekerja sebagai terapis selama 7 tahun dikota bogor. .
Sudah berapa lama anda menjadi manusia batu dikota tua ? sudah 5 tahun saya menjadi manusia batu seperti ini.
Jam berapa anda melakukan aktivitas pekerjaan ini setiap harinya ? hari biasa jam 1 siang , dan kalau hari libur saya mulai lebih awal jam 9 pagi.
Berapa penghasilan bapak per hari saat menjadi manusia batu ? di hari biasa saya dapat penghasilan minimal 200 ribu rupiah dan saat hari libur 1,5 juta rupiah perhari.

Apa tantangan atau kendala bapak selama menjadi manusia batu ini ? cuaca yang tidak bersahabat, cuaca yang terlalu panas dan musim hujan, itu saja kendalanya dan saya menikmati pekerjaan ini.


Wawancara Sarah Yusheila

Nama                            : Sarah Yusheila
Tempat, tanggal lahir   : Jakarta 11 juli 1994
Agama                          : Islam
Hobby                           : Menyanyi


Sarah yusheila seorang mahasiswi dari fakultas ilmu komunikasi di universitas jayabaya yang mempunyai pekerjaan sebagai penyiar radio. Dia berawal dari penyiar radio yang bernama BEU(bloop endorse urbie) radio dijakarta selatan. Ia sudah menjadi penyiar radio sekitar 3 bulan, dan mengapa dia tertarik menjadi penyiar radio karena dia tipe orang  yang ceria dan membuat  suasana menjdi lebih meriah. Kendala dia dalam menjalankan pekerjaannya hanya karna sakit atau tugas kuliah yang banyak. Sarah juga mempunyai hobby menyanyi dan dia mempunyai temen duetnya yang bernama duo. Dan itu juga kakak pacarnya sendiri. Sarah sudah mempunyai 2 video klip cover. Lagu pertama yang berjudul “High And Dry” by : RADIO HEAD dan yang kedua “Yesterday” by : THE BEATLES. Sebelum membuat band yang bernama “Harper”, sarah pun pernah meraih prestasi juara dua lomba menyanyi ditingkat SMA se jakarta timur, juara 2 diacara urba kampus, dan juga juara satu lomba menyanyi se-kelurahan jakarta timur. Sarah selalu memanage waktunya dengan baik agar tidak meganggu aktifitas-aktifitasnya. Sarah mengaku sangat senang dengan karirnya sebagai penyiar radio dan hobi bernyanyi nya.

Senin, 06 April 2015

wawancara tukul arwana dipemakaman olga syahputra

Tugas Tenik wawancara

wawancara tukul arwana dipemakaman olga syahputra

"apa anda merasa sedih dengan meninggalnya olga syahputra ?" tentu saya ikut prihatin dan kehilangan sosok komedian yang luar biasa dan teman baik saya.

"olga seperti apa dimata anda mas ?" olga adalah komedian atau artis yang baik kepada semua orang, dan dia sangat sopan.

"apa kenangan anda bersama olga" ? kenangan saya bersama olga yang selalu saya ingt adalah olga selalu menghormati kepada orang yang lebih dewasa, dan ia tidak sembarangan melawak didepan saya atau bersama saya.

karena banyak penggemar dan warga yang berebut ingin menyalamnya, ia juga sempat sedikit bingung dengan suasana yang crowded. 
tetapi tukul masih berusaha menyalami mereka satu per satu dengan sabar. mereka pun segera melontarkan gurauan khas tukul arwana.
"Ndeso, Ndeso" celetuk orang-orang yang saat itu mengerumuninnya. ia pun tak memperhatikan saat sesuatu terjadi padanya. 
"Mas, kancing bajunya lepas," kata seseorang yang tak sengaja melihat kancing baju tukul terbuka. nsmun kejadian tersebut tidak membuatnya panik, tukul malah sempat mengakrabi warga dengan guyonannya. "Eaa! Eaa! Eaa!" ujarnya dengan gayanya yang khas.



Senin, 29 September 2014

Komunikasi Politik

Komunikasi politik adalah fungsi yang penting dalam sistem politik. Pada proses politik, komunikasi politik menduduki tempat yang strategis. Bahkan, komunikasi politik dinyatakan sebagai “urat nadi” proses politik. aneka struktur politik seperti parlemen, kepresidenan, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, kelompok kepentingan, dan warganegara biasa memperoleh informasi politik melalui komunikasi politik. Setiap struktur akan tahu apa yang telah dan akan dilakukan berdasarkan informasi ini.


Komunikasi politik banyak menggunakan konsep-konsep dari ilmu komunikasi oleh sebab, ilmu komunikasi memang berkembang lebih dahulu ketimbang komunikasi politik. Konsep-konsep seperti komunikator, pesan, media, komunikan, dan feedback sebenarnya juga digunakan dalam komunikasi politik. Perbedaan utama adalah, komunikasi politik mengkhususkan diri dalam hal penyampaian informasi politik. Sebab itu, perlu terlebih dahulu memberikan definisi komunikasi politik yang digunakan di dalam tulisan ini. 


Definisi komunikasi politik adalah seluruh proses transmisi, pertukaran, dan pencarian informasi (termasuk fakta, opini, keyakinan, dan lainnya) yang dilakukan oleh para orang politik dalam kerangka kegiatan-kegiatan politik yang terlembaga. Definisi ini adalah proses komunikasi politik yang dilakukan secara terlembaga. Sebab itu, komunikasi yang dilakukan di rumah antar teman atau antar saudara tidak termasuk ke dalam fokus kajian. Meskipun demikian, konsep-konsep yang dikaji di dalam komunikasi politik sangat banyak, oleh sebab itu keterbatasan tempat, maka hanya akan diambil beberapa saja.

Skema Kerja Komunikasi Politik




  • Komunikator = Partisipan yang menyampaikan informasi politik
  • Pesan Politik = Informasi, fakta, opini, keyakinan politik
  • Media = Wadah (medium) yang digunakan untuk menyampaikan pesan (misalnya surat kabar, orasi, konperensi pers, televisi, internet,
  • Demonstrasi, polling, radio)
  • Komunikan = Partisipan yang diberikan informasi politik oleh komunikator
  • FeedBack = Tanggapan dari Komunikan atas informasi politik yang diberikan oleh komunikator


Secara operasional, komunikasi politik juga dapat dinyatakan sebagai proses penyampaian pesan-pesan politik dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu hingga memberikan efek (feedback).

Komunikator dan Komunikan

Komunikator dalam proses komunikasi politik dapat diposisikan oleh beragam pihak. Parlemen, partai politik, kelompok kepentingan, warganegara, presiden, menteri, pengamat politik, dan lain sebagainya. Mereka menjadi komunikator jika menjadi partisipan yang menyampaikan pesan-pesan politik, dan berubah menjadi komunikan jika mereka berposisi sebagai penerima.

Partisan Bias. Dalam komunikasi politik dikenal istilah partisan bias. Artinya, kecenderungan melebih-lebihkan posisi diri dan tindakan suatu kelompok ketimbang kelompok lain. Partisan bias cenderung berakibat pada ketidakakuratan fakta. Partisan bias tampak saat seorang anggota parlemen memposisikan partainya lebih bagus dan komitmen pada kesejahteraan rakyat ketimbang partai lain.

Demikian pula, komunikan dapat saja membelokkan pemahaman atas apa yang disampaikan komunikator. Misalnya, ketika pemerintahan SBY memberlakukan kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan uang bantuan, sehingga dapat langsung dirasakan penerima. Ini ditanggapi berbeda oleh lawan-lawan politik dan warganegara yang kontra kebijakan tersebut, yang diwakili dengan pernyataan “pemerintah Cuma mengalihkan perhatian dari ketidakmampuan mengurangi angka kemiskinan” dan sejenisnya.

Media

Media menempati tempat strategis di dalam kajian komunikasi politik. Terlebih lagi, dunia kini tengah berada di peralihan antara Era Industrik menjadi Era Informasi. Informasi menjadi komoditi yang “laku” dipasarkan layaknya barang-barang seperti mobil, motor, sepeda, dan air conditioner. Dalam proses komunikasi pun, media memperoleh peranan yang semakin signifikan terutama setelah ditemukannya media-media baru akibat hasil perkembangan teknologi.

Contoh media adalah surat kabar (misalnya Kompas, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, Republika), televisi (Metro TV, RCTI, SCTV, TV One, Al Jazeerah, CNN), website (detik.com, kompas-online, tempo-interaktif), majalah (tempo, gatra), dan masih banyak lagi. Media-media tersebut memiliki karakteristik berupa keunggulan maupun kelemahannya, dan ini dapat dijelaskan melalui Teori Medium.

Media Bias. Media bias merupakan kecenderungan media untuk melakukan pemberitaan secara tidak berimbang. Jika partisan bias dilakukan oleh komunikator, maka media bias adalah kecenderungan media untuk tidak memberitakan fakta secara berimbang. Apa yang disampaikan media akan diserap oleh komunikan dan memunculkan FeedBack yang tidak akurat.

Pesan Politik

Pesan politik adalah isu-isu yang disampaikan komunikator kepada komunikan. Diyakini bahwa komunikator politik selalu “merekayasa” pesan politik sebelum itu disampaikan kepada komunikan. Artinya, suatu pesan tidak pernah dibuat secara sembarang oleh sebab seluruh komunikator percaya selalu ada FeedBack dalam setiap komentar mereka. Penentuan isu ini berkait dengan konsep-konsep Manajemen Isu dan Kepemilikan Isu.

Manajemen Isu. Manajemen isu adalah istilah untuk menggambarkan langkah-langkah strategis komunikator politik guna mempengaruhi kebijakan publik seputar masalah-masalah yang tengah hangat dipertikaikan masyarakat. Dalam kasus kenaikan harga BBM misalnya, PDIP berusaha mengambil simpati warganegara dengan secara terang-terangan menolak kebijakan tersebut meskipun akhirnya kenaikan tersebut tidak bisa dicegah. Sebagai partai yang tidak terserap ke dalam pemerintahan, PDIP hadir dengan isu-isu yang “mengkritis” kebijakan-kebijakan pemerintahan SBY.

Sebab itu, komunikator politik selalu membicarakan isu-isu “hangat” ketimbang isu-isu “dingin.” Misalnya, kini hampir tidak ada partai politik yang berbicara tentang “orang hilang” atau “lumpur Lapindo”. Isu-isu tersebut hampir dapat disebut sebagai isu “dingin” dan jika dibicarakan pada publik maka tidak akan meningkatkan popularitas partai di mata masyarakat.

Kepemilikan Isu. Kepemilikan isu terjadi ketika pemilih yang beragam menganggap bahwa partai atau komunikator politik tertentu lebih layak untuk membawakan isu itu ketimbang pihak lain. Hal ini diketahui secara baik oleh PKS, misalnya, bahwa isu-isu Islam sudah jenuh diserahkan masyarakat pada partai-partai Islam lain seperti PPP, PKB, PAN, atau PBB. Masyarakat kemungkinan sekarang menganggap kepemilikan isu Islam terletak pada PKS.